Camat Tilatang Kamang Kabupaten Agam Dicegat Warga

Bagikan Informasi Ini

Tilatang Kamang, Agam , Banua Minang. Com– 

Menjadi abdi negara (ASN) bukanlah hal yang mudah apalagi memiliki jabatan fungsional dan struktural melainkan harus memiliki etos kerja yang tinggi beberapa kriteria tersebut bisa menjadi indikator atau parameter bagi publik untuk memberikan jastifikasi/ penilaian maupun evaluasi terhadap ASN baik dari segi komitmen, konsisten,maupun konsekuensi . Terkait 3 hal tersebut bisa menimbulkan aksi dan reaksi dari warga terhadap siapapun termasuk terhadap Syahrul Hamidi, camat kecamatan Tilatang Kamang kabupaten Agam pada Senin pukul 08:00 WIB (09/01/23)

 

 

Kejadian tersebut berawal dari keresahan warga terhadap kondisi kampung halaman warga yang terjadi dalam 2 hari terakhir sehingga terpaksa mencegat camat namun kejadian itu tidak menimbulkan ketegangan yang berarti.

 

” Kita sebenarnya harus segera berangkat ke Lubuk Basung untuk melaksanakan rapat dinas namun karena ada warga menyampaikan keluhan dan unek- unek tentu saja harus dan wajib kita respon karena itu bagian dari komitmen kita sebagai pelayan publik” ujar Syahrul Hamidi

 

 

Syahrul Hamidi juga menyampaikan bahwa pelayanan publik tidak hanya berorientasi dengan pelayanan administrasi didalam kantor semata melainkan harus mampu merespon kejadian yang terjadi dilingkungan masyarakat seperti yang terjadi hari ini.

 

Hal inilah yang terjadi dengan camat Tilatang Kamang, Syahrul Hamidi, harus menunda keberangkatan ke lubuk Basung demi merespon secara langsung keinginan dan harapan warga.

 

 

Syahrul Hamidi tanpa menunggu waktu lama dengan mobil dinas (Ba 1054 T)kecamatan Tilatang Kamang meluncur menuju lokasi dalam rangka meyakinkan laporan kejadian tersebut sekaligus investasi lapangan untuk merespon kejadian dan ternyata memang benar apa adanya,keluhan dan keresahan warga terkait keamanan dan kenyamanan disebabkan sejumlah air meluap ke jalan raya sepanjang lebih dari 100 meter di jorong Sungai Tuak Nagari Koto Tangah kecamatan Tilatang Kamang atau tepatnya terlihat mulai dari bengkel tukang las tumpahan air ke jalan terjadi akibat dari saluran irigasi yang tersumbat oleh sampah yang menumpuk .

 

 

” Kita harus memangun koordinasi yang kuat dengan stakeholder terkait permasalahan apapun dan kita siap turun untuk menanggulangi persoalan yang terjadi” ucap Hidayatullah,ketua MPC PP Agam

 

Hidayatullah berharap dan menghimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang termasuk forkopimca agar menfasilitasi pengadaan bank sampah sehingga lingkungan bersih aman rapi indah sehat sehingga terhindar dari penyakit maupun bencana dan ancaman lingkungan lainnya.

 

 

 

” Biasanya mendiang suami yang membersihkan sampah yang menumpuk di ‘banda lakang ” ( aliran sekunder irigasi) selama ini” ucap warga (OK) dengan lirih

 

Atas kejadian ini warga sudah mendatangi kantor wali nagari namun pak wali belum hadir dan hanya bertemu stafnya saja dan akan menyampaikan ke pak wali ucapnya dengan penuh sopan penuh ramah, demikian juga halnya dengan jorong sungai tuak tidak di jumpai sehingga akhirnya menuju kecamatan dan bertemu camat, Syahrul Hamidi akan koordinasi dengan forkopimca dan pihak terkait dan bersedia turun tangan dan menindaklanjuti .

 

Sementara penuturan seorang warga (DI) memang acapkali terjadi meskipun bukan hari hujan dan kejadiannya tidak terjadi disini saja termasuk got/ saluran irigasi yang berlokasi didepan dan hal ini tentu saja merugikan warga terutama anak sekolah karena sebagian berjalan kaki ujarnya.

 

Dengan optimisme dan kerjasama tiada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, itu pasti.

Pewarta : Mr My

Editor : Ridwan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *